OUR EXPERTS


Our Experts

SOREC memiliki tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.

Prof. Heru Nugroho

ai posisi dan instansi yang berbeda. Diantaranya Pendiri & Direktur Institute for Research and Empowerment (IRE), Direktur Center for Critical Social Studies (CCSS), pengelola prodi Sosiologi jenjang S2 dan S3, pengelola prodi Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana UGM. Heru Nugroho juga tergabung dalam beberapa organisasi dan LSM. Beberapa diantaranya adalah Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI), International Sociological Association (ISA), Kelompok Kajian Kritis “Bulaksumur School of Thought”, dan IRE.

Prof. Suharko

Mengembangkan minat studi dan keahlian profesional pada interseksi antara masyarakat sipil, pembangunan berkelanjutan, pembangunan lokal, dan gerakan sosial & lingkungan.

Dr. Arie Sujito

Meminati kajian sosiologi politik; sosiologi pedesaan; kajian gerakan sosial. Sering terlibat riset di pusat studi Pedesaan dan Kawasan UGM, di Institute for Reseach and Empowerment (IRE), serta aktif di jaringan masyarakat sipil untuk demokratisasi.

Fina Itriyati, Ph.D.

Bidang studinya adalah gender dan disabilitas, etnografi, bencana, perwujudan dan interseksionalitas. Saat ini menjadi anggota Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) dan International Sociological Association (ISA).

Hakimul Ikhwan, Ph.D.

Minat kajian mencakup Islam politik, Islamism, sosiologi agama, multikulturalisme, kebijakan sosial dan kesejahteraan, dan demokrasi.

Dr. Kuskridho Ambardi

Sempat menjadi anggota Dewan Riset Nasional selama dua periode sampai 2021, dan memimpin Lembaga Survei Indonesia selama 10 tahun (2010-2019). Minat risetnya pada isu-isu pembelahan sosial masyarakat dan translasi politiknya, trend perilaku elite sosial dan elite politik; dan wilayah sosiologi media yang merangkum basis sosial industri media dan profesi jurnalisme serta perubahannya di era digital.

Dr. Andreas Budi Widyanta

Dalam bingkai perspektif ekonomi politik kritis dan pedagogi kritis, ia menekuni minat kajian terkait isu-isu advokasi sosial, gerakan sosial dan lingkungan, NGOs, dan kajian budaya. Selama lima tahun terakhir, selain terlibat dalam kerja-kerja penelitian pada Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, ia juga aktif sebagai panel ahli Institute for Research and Empowerment (IRE) dan gerakan Critical Pedagogy for Future Indonesia (CPI).